Sabtu, 22 Maret 2014

PRAKATA
Aku selalu mendengar bahwa Tuhan mempunyai rencana yang indah atas hidup umatNya. Saat saya bersatu dalam ikatan perkawinan suci dengan Jerry Santosa, aku berharap memiliki anak-anak sebagai buah cinta kami adalah salah satunya, dan memang demikian. Kami hidup dalam rencana indah tersebut, dengan semua suka dukanya, melalui saat sakit dan sehat, dalam segalanya- secara material, emosional dan spiritual. Kami bertumbuh bersama dan semuanya indah, meski tidak tanpa konflik, kesulitan-kesulitan dan penderitaan. 
Empat belas tahun yang lalu, Tuhan memberi  keluarga kami pengalaman yang unik. Pada tahun 2000,  anak kedua kami Aldo didiagnosa autisme, dan dari situlah tantangan dimulai. Aku mengakui hal itu sebagai saat yang membuat kami frustrasi. Namun aku dan suamiku percaya bahwa Tuhan memiliki rencana yang istimewa untuk Aldo dan kami. Perjalanan pengalaman kami tersebut terasa sulit karena kami memang tidak tahu apa yang kami harus lakukan dan kami harus mencari tahu tentang autisme dan penanganannya.
Kami telah berkonsultasi dengan dokter dan psikolog dan terapis, mencoba berbagai pengobatan, mengikuti diet yang dianjurkan. Aldo setiap harinya mengikuti sesi terapi ABA ( Aplied Behavior Analysis), Terapi Okupasi dan Sensory Integrasi dan Terapi Wicara dengan durasi 7 jam setiap harinya. Perjalanan yang sangat sulit dan melelahkan tetapi membawa kami sekeluarga pada satu tujuan yang Tuhan harapkan dari kami.
Di dalam blog ini saya akan mencoba menuliskan pengalaman-pengalaman kami sekeluarga khususnya pengalamanku bersama Aldo. Aku sepenuhnya berterima kasih kepada semua anggota keluarga khususnya buat Didi putra kami yang pertama yang harus menjadi  lebih dewasa dari pada umurnya dan dia harus selalu rela dinomor duakan dari adiknya Aldo ( terimakasih Didi, atas segala pengertian dan pengorbananmu), juga para sahabat, banyak kemurahan hati mereka untuk kami. Semoga blog ini dapat membuat anda para pembaca menjadi lebih mengerti tentang individu autistik dan juga menjadi dekat dengan Tuhan juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar